Kegelapan
Aku terbangun di sebuah ruangan gelap tanpa sedikitpun cahaya. Aku melihat ke sekeliling, dimana aku? Kenapa aku ada disini? Aku tak bisa ingat bagaimana aku sampai kesini, sepertinya tadi aku masih berada dikamarku mendengarkan musik dan membaca buku lalu dimana aku sekarang? Hawa disini terasa sangat dingin hingga tulang-tulangku terasa nyeri, dan bukankah tempat ini terlalu sunyi? Di kejauhan aku mendengar suara langkah kaki yang diseret, mungkin itu Cuma imajinasiku, atau suara bisik-bisik siapa itu? Apakah aku masih berimajinasi? Kalau itu Cuma imajinasi kenapa suara tersebut semakin mendekat? Aku merasakan hawa dingin di tengkukku, langkah kaki yang diseret tadi tiba-tiba hilang. Dimana dia? Sial, disini terlalu gelap untuk melihat. Lalu aku merasakan tangan yang sangat dingin mencengkeram tanganku. Aku berteriak sangat keras dan berusaha melepas tanganku dari cengkeramannya. Rasanya seperti di cengkeram oleh besi yang sangat kuat.
            Akhirnya setelah usaha yang menghabiskan tenagaku, aku berhasil lepas!. Aku lalu berlari dari apapun yang mencengkeram tanganku tadi. Aku mendengar suara langkah kakinya mengikutiku, aku merasa sangat putus asa, sepertinya tidak ada pintu keluar dari sini. Aku mulai mengingat wajah-wajah orang yang aku sayangi, oh Tuhan ijinkan aku melihat mereka sekali lagi... saat itulah aku melihat cahaya dikejauhan aku berlari menuju cahaya tersebut tapi terlambat! Tangannya yang dingin membeku menarikku kembali kedalam kegelapan.
“Tidaaaaak!!!”
Aku terbangun dan mendapati diriku masih berada di kamarku. Aku lega, ternyata itu hanya mimpi. Ku lirik jam beker disampingku, pukul 03.00 pagi aku tidak tau perlambang apa mimpiku tadi. Aku segera bangun dan mandi, aku merasa sedikit segar setelah mandi, walaupun mimpi tadi masih membayangiku. Aku lantas keluar rumah, ini hari terakhirku bekerja. Seharusnya semua jadi menyenangkan setelah ini karena hari ini koleksi yang aku kumpulkan sejak kelas 2 SMA akan jadi lengkap.
            Aku menempuh perjalanan menyusuri lorong gelap yang sempit untuk sampai ditempat kerjaku, jalanan sangat sepi dan lenggang, kemana semua orang?. Akhirnya aku sampai di tempat kerjaku Sebuah gudang yang sudah usang, aku adalah seorang pembuat boneka manekin. Boneka buatanku selalu laku keras karena sangat mirip dengan aslinya. Tapi ada beberapa boneka yang aku jadikan sebagai koleksi pribadiku, yakni boneka ayah, ibu,  dan kakak perempuanku. Sekarang aku melengkapinya dengan boneka pacarku.
Sore harinya aku pulang kerumah. Aku merasa ada yang aneh karena rumahku sepi, kemana semua orang? Tiba-tiba hawa dingin menyergap tubuhku dan membuatku menjadi lumpuh seketika. Dan dari belakang ada orang yang menjerat kaki dan tanganku lalu memukul kepalaku hingga semuanya menjadi gelap. Saat aku sadar aku sudah terikat erat di kursi dan kulihat boneka ayah, ibu, kakak perempuanku, kekasihku serta boneka-boneka penduduk kota yang lain mengerumuniku. Tatapan mereka terlihat dingin dan kejam. Lalu mereka mulai menguliti kulitku. Aku menjerit sekeras-kerasnya, tapi mereka tidak peduli mereka malah menyiramkan cairan untuk kulit sintesis ke tubuhku. Rasanya aku ingin mati saat itu juga. Mereka bahkan mencongkel mataku keluar dan menggantinya dengan mata boneka. Lalu saat semua usai mereka berkata
“ Selamat bergabung, kau yang menjadikan kami begini. Jadi kami juga membuatmu begini”
Aku melihat di cermin dan berharap itu bukan kenyataan tapi yang kulihat adalah....

Komentar

Postingan Populer